Suatu pasangan infertil bisa disebabkan pihak suami atau pihak istri, bahkan keduanya. Keberhasilan suatu kehamilan tidak bisa diandalkan oleh satu pihak saja. Maka jelaslah penanganan pasangan infertil harus melibatkan suami-istri sebagai satu kesatuan.
Setiap penanganan pasangan infertil biasanya dimulai dari pemeriksaan sperma sebagai tahap awal pelacakan kasus infertilitas.
Penyebab Infertilitas Pria
Masalah Sperma.
Masalah sperma dapat disebabkan oleh jumlah atau kualitas sperma dan bisa juga oleh kegagalan transpor sperma. Jumlah dan kualitas sperma dapat diperiksa dengan analisis semen atau analisis sperma. Sampel sperma dikeluarkan secara masturbasi, kemudian ditampung ke dalam wadah plastik yang bersih dan bertutup dan dilakukan analisis secara langsung di bawah mikroskop.
Gangguan Struktur Anatomi Pria.
Masalah anatomi yang sering terjadi mengenai ketidaksuburan pada pria adalah kegagalan transportasi sperma. Pada saat penis tegang dan terjadi ejakulasi mungkin bisa juga hanya semen yang keluar tanpa adanya sperma.
Beberapa keadaan gangguan anatomi sistem reproduksi pria dapat dikoreksi dengan tindakan pembedahan. Sedangkan gangguan di kualitas dan kuantitas sperma dapat ditingkatkan dengan pemberian terapi hormonal seperti klomifen sitrat.
Gangguan Struktur Anatomi Pria.
Masalah anatomi yang sering terjadi mengenai ketidaksuburan pada pria adalah kegagalan transportasi sperma. Pada saat penis tegang dan terjadi ejakulasi mungkin bisa juga hanya semen yang keluar tanpa adanya sperma.
Beberapa keadaan gangguan anatomi sistem reproduksi pria dapat dikoreksi dengan tindakan pembedahan. Sedangkan gangguan di kualitas dan kuantitas sperma dapat ditingkatkan dengan pemberian terapi hormonal seperti klomifen sitrat.
Ejakulasi Kering
Pada gangguan ejakulasi, saat orgasme tidak terjadi ejakulasi (ejakulasi kering). Ini disebabkan sperma dan semen yang seharusnya diejakulasi keluar penis melalui uretra malah masuk lagi ke dalam menuju kandung kencing.
Kegagalan Testis
Skrotum hydrocoele (adanya cairan abnormal di testis) dan varicocoele (pelebaran pembuluh darah di skrotum dan penis). Kedua keadaan ini dapat meningkatkan temperatur di testis, sehingga mengganggu produksi sperma.
Statistik Sperma yang Sehat
Analisis sperma dilakukan di bawah mikroskop. Berikut ini adalah parameter untuk sperma yang sehat:
Volume:
2–5 mililiter (1⁄2–1 sendok makan).
Jumlah sperma:
lebih dari 20 juta/mililiter.
Motilitas (pergerakan) sperma:
lebih dari 40% bergerak aktif.
Bentuk sperma:
kurang dari 20% bentuk yang abnormal.
Kandungan lekosit (sel darah putih):
kurang dari 1 juta/mililiter sperma.

Definisi Seputar Infertilitas
Fertilitas. Kemampuan seorang istri untuk menjadi hamil dan melahirkan bayi hidup, dan kemampuan seorang suami yang mampu menghamilinya.
Pasangan Infertil. Suatu hasil interaksi biologik suami-istri yang tidak menghasilkan kehamilan dan kelahiran bayi hidup.
Infertil Primer. Jika istri belum kunjung hamil meskipun berhubungan seks secara teratur dalam waktu satu tahun.
Infertil Sekunder. Jika istri pernah hamil, tetapi kemudian belum bisa hamil lagi meskipun berhubungan seks teratur dalam satu tahun.
Ovulasi. Proses dilepaskannya sel telur (ovum) yang telah matang dari ovarium.
Fertilisasi. Bersatunya sel telur (ovum) dan sperma sehingga membentuk satu materi genetik individu baru.

Penyebab Infertilitas Wanita
Pada masalah infertilitas pasangan, 61% disebabkan pihak istri dan 36% dari pihak suami. Faktor-faktor yang menyebabkan seorang wanita infertil adalah faktor tuba (saluran indung telur, 15%), gangguan dalam ovulasi (21%), endometriosis (8%), dan 15-20% tidak diketahui sebabnya (unexplained infertility).
Kegagalan Berovulasi
Ketidakmampuan melepaskan sel telur merupakan salah satu penyebab utama infertilitas wanita. Sepertiga kasus infertil disebabkan masalah ini. Kegagalan berovulasi disebabkan gangguan hormonal yang bersumber pada poros di pusat otak kita (hipotalamus dan hipofisis), tapi mungkin juga gangguan hormonal itu terjadi akibat kerusakan di indung telur.
Gangguan Hormonal. Wanita yang punya siklus ovarium normal, hormon dari hipofisis dan ovarium akan bertugas sebagai pemelihara sel telur mulai dari pematangan hingga terjadinya ovulasi. FSH (follicle stimulating hormone) menstimulasi pematangan sel telur dan kemudian disusul kehadiran LH (luteinizing hormone) yang akan membuat ovarium berovulasi. Pada beberapa kasus, antara FSH dan LH tidak seimbang, sehingga ovarium mengalami kegagalan dalam pematangan dan ovulasi.
Gangguan Hormonal. Wanita yang punya siklus ovarium normal, hormon dari hipofisis dan ovarium akan bertugas sebagai pemelihara sel telur mulai dari pematangan hingga terjadinya ovulasi. FSH (follicle stimulating hormone) menstimulasi pematangan sel telur dan kemudian disusul kehadiran LH (luteinizing hormone) yang akan membuat ovarium berovulasi. Pada beberapa kasus, antara FSH dan LH tidak seimbang, sehingga ovarium mengalami kegagalan dalam pematangan dan ovulasi.
Gangguan Struktur Anatomi Wanita
Karena proses fertilisasi hanya bisa terjadi kalau sperma bertemu dengan sel telur, maka jika ada hambatan di jalan yang mempertemukan sperma dan sel telur mustahil kehamilan bisa tercipta.
Kita tahu, sperma dan sel telur akan bertemu secara alamiah di saluran indung telur, sehingga hambatan bahkan kebuntuan saluran ini akan menutup kemungkinan terjadinya kehamilan.
Bayangkan saluran indung telur itu seperti sebuah pipa yang menghubungkan ovarium dengan rongga rahim, dan fertilisasi itu terjadi di dalamnya.



















Discussion about this post