1. Endometriosis atau Kista Cokelat
Kalau Anda merasakan nyeri yang hebat, bahkan adakalanya serasa mau pingsan saat menjelang haid hingga di hari-hari pertama haid, mungkin Anda menderita endometriosis. Endometriosis, atau kata lain kista cokelat, merupakan salah satu penyebab utama infertilitas wanita. Mungkin kita lebih suka menyebutnya sebagai biang keroknya ketidak-suburan wanita, karena saking banyaknya kasus-kasus infertilitas akibat penyakit ini.
Endometriosis terjadi akibat tumbuhnya jaringan endometrium di luar rahim. Normalnya jaringan endometrium hanya tumbuh di dalam rongga rahim, tetapi pada wanita penderita endometriosis, jaringan endometrium juga tumbuh di luar rahim, misalnya tumbuh di saluran tuba, ovarium, usus, bahkan bisa tumbuh di organ paru-paru.
Jaringan endometrium yang tumbuh di ovarium biasa kita kenal sebagai kista cokelat. Kista cokelat menyumbang lebih dari 30% ketidak-suburan wanita. Gejala yang paling khas untuk endometriosis adalah nyeri saat haid, nyeri saat Anda berhubungan seks, dan infertil.
2. PCOs (polycystic ovary syndrome) – Ovarium polikistik
Polycystic ovary syndrome (PCOs) adalah kista jinak di ovarium yang disebabkan ketidak-normalan hormon wanita yang dapat mengganggu proses ovulasi. Biasanya terjadi pada wanita di bawah usia 30 tahun.
PCOs disebabkan oleh produksi hormon androgen yang terlalu banyak pada wanita. Hormon androgen adalah hormon yang membawa sifat kelaki-lakian. Akibatnya, ovarium akan mengalami pembesaran dan hiperaktif. Normalnya hanya satu atau dua folikel yang masak setiap bulan, tetapi pada PCOs akan dihasilkan lebih dari 10 folikel setiap bulan. Hiperaktifnya ovarium ini akan menyebabkan kegagalan dalam proses ovulasi. Pemeriksaan darah untuk melihat rasio hormon LH dan FSH dan pemeriksaan ultrasound (USG) dapat digunakan untuk mendiagnosis kelainan ini.
Gejala paling khas dari PCOs adalah gangguan menstruasi, kadang 2 bulan sekali bahkan bisa lebih. Selain itu juga ditemukan pertumbuhan rambut-rambut halus di tubuh, seperti bulu kumis yang sangat tipis, dan biasanya disertai dengan obesitas.
3. PID (Pelvic Inflammatory Diseases) – Radang panggul
Selain endometriosis, Pelvic Inflammatory Diseases (PID) atau infeksi radang panggul dapat mengakibatkan tersumbatnya saluran tuba. PID merupakan 10% penyebab buntunya saluran tuba. Hampir 70% wanita tidak merasa jika terkena infeksi radang panggul. Karena, PID memang jarang menimbulkan keluhan kecuali jika infeksinya sudah cukup berat biasanya baru wanita tersebut merasakannya. Infeksi radang panggul diawali dengan keluhan keputihan yang kronis dan berulang-ulang. Jadi, jangan sepelekan keputihan Anda.


















Discussion about this post